7 Meme Kocak Om Telolet Om Ini Bikin Kamu Mau Bunyiin Klakson
Klakson khas bis besar di berbagai kota ini banyak menarik perhatian, sebab, bunyi klaskon mereka yang fenomenal. Sampai-sampai banyak orang yang antusias dan rela bertengger di pinggir jalan demi menunggu bis dengan kelakson berbunyi telolet ini... [Lihat Foto Meme Lain disini]
Belajar Sabar dari Aiptu Sutisna
Telepon seluler milik Ajun Inspektur Satu Sutisna, Rabu (14/12) siang, tak berhenti berdering. "Ini HP saya yang lain. HP yang satu lagi rusak dibanting. Teman-teman saya polisi dari seluruh Indonesia dari kemarin terus menelepon," katanya. [Baca Selengkapnya]
Pilkada DKI: Antara menyukai dan memilih calon
Survei pada Desember 2016 menunjukkan likeability (tingkat disukai) calon gubernur petahana Basuki Tjahaja Poernama alias Ahok lebih rendah dibandingkan Agus Harimurti Yudhoyono dan Anies Baswedan. Kendati demikian, ia memimpin dalam hal elektabilitas.
Baik tingkat disukai maupun elektabilitas Ahok merangkak naik sejak bulan sebelumnya.
Peningkatan itu, menurut Direktur Eksekutif LSI, Kuskridho Ambardi, dipengaruhi pandangan warga DKI terhadap kinerja Ahok sebagai gubernur serta pemahaman akan janji kampanye Agus dan Anies.
Ini Penyebab Utang Indonesia Tembus Rp 3.204 Triliun

Inilah Penyebab Utang Luar Negeri Indonesia Tembus Rp 3.204 Triliun
Hingga Oktober 2013 lalu, utang luar negeri pemerintah dan swasta tembus USD 262,4 miliar atau setara dengan Rp 3.204 triliun.
Total utang ini terus membengkak di mana pada bulan sebelumnya atau September 2013 hanya USD 259,9 miliar.
Ketua Koalisi Anti Utang (KAU) Dani Setiawan mengatakan terus membengkaknya utang luar negeri karena pemerintah tidak punya cukup uang untuk membayar utang masa lalu.
Untuk membayarnya, pemerintah juga terus menambah utang luar negeri.
“Itulah kita sekarang mengalami Net Negative Transfer. Utang luar negeri sekarang saja tidak cukup untuk membayar kewajiban utang lama,” jelas Dani di Jakarta, Kamis (26/12/13).
Untuk menyiasati pembayaran utang masa lalu, pemerintah terus menambah utang dengan menerbitkan SBN (Surat Berharga Negara), obligasi valas (valuta asing) dan lain sebagainya.

Untuk menyiasati pembayaran utang masa lalu, pemerintah terus menambah utang dengan menerbitkan SBN (Surat Berharga Negara), obligasi valas (valuta asing) dan lain sebagainya.
“Mereka (pemerintah) terus menyiasati dan ini gali lobang, tapi lobang yang lain tidak tertutup,” jelasnya.
Dalam konteks utang luar negeri pemerintah, Dani menilai pemerintah dalam masa kesulitan.
Disaat utang luar negeri membengkak fundamental negara tidak bertambah kuat.
Kreditur atau pemberi utang sudah mulai kehilangan kredibilitas dan kepercayaan kepada Indonesia.
“Fundamental negara kita saat ini sedang rapuh. Kreditur juga sudah mulai takut nanti negara tidak sanggup membayar utang,” tutupnya singkat.
Untuk informasi, hingga Oktober 2013 utang luar negeri pemerintah dan swasta Indonesia mencapai USD 262,4 miliar (setara Rp 3.204 triliun).
Angka ini terus naik dibanding pada September 2013 ketika total utang luar negeri Indonesia USD 259,9 miliar.
Dari data bank sentral yang dikutip Minggu (22/12/13), utang luar negeri tersebut terbagi menjadi utang luar negeri pemerintah dan bank sentral mencapai USD 125,8 miliar serta utang swasta sebesar US$ 136,6 miliar (mdk).
Di Balik Penguasa Amerika dan Dollar, Lebih Baik Warga Amerika Tidak Mengetahui Sejarah Mata Uangnya

Sejarah Dollar Amerika:
Gila!! Bagaimana Selama Ini, Seantero Dunia Telah Diatur Yahudi Hanya Oleh Lembaran Kertas!
Amerika mengalami bentuk penjajahan yang sempurna. Negara USA adalah anak perusahaan “Federal Reserve” atau biasa disingkat “The Fed”. Sehingga tidaklah mengherankan bila pemerintah AS selalu membela kepentingan Yahudi di tanah jajahan mereka di Palestina.
The Money Masters:
How Banks Create the World’s Money
“It is well enough that people of the nation do not understand our banking and monetary system, for if they did, I believe there would be a revolution before tomorrow morning.” -Henry Ford-
“Humans are the only species that pay to live on the Earth… Our money is fake. Our debt is fake. Our two party system is fake. Our healthcare system is fake. Most of the stuff we’ve been told is fake. Once you realize this, what you’ve thought of as reality begins to look like a cheap set on some ridiculous B movie.”
The Fed:
Penguasa Amerika yang Sebenarnya
Ditulis oleh: Sufyan al Jawi – Numismatik Indonesia
Prof. Richard Claproth dalam kertas kerja berjudul “U.S Government Bankruptcy Proceedings” menerangkan dengan detail bagaimana konspirasi Yahudi menguasai Amerika Serikat.
Berikut inilah salinannya:
Sebelum 1913, Pemerintah AS memperoleh dana dari tarif impor. Saat itu belum ada pajak terhadap warga AS. Mata uang Amerika dibuat dari logam asli (koin emas & perak) atau uang kertas dolar yang dihargai dan bisa dikembalikan sebagai logam (gold dolar notes dan silver dolar notes).
Pada tahun yang sama 1913, para bankir memutuskan bahwa telah terjadi kekurangan mata uang di AS, dan pemerintah tidak bisa menerbitkan mata uang lagi karena semua emas cadangannya telah terpakai.
Agar ada sirkulasi tambahan uang, sekelompok orang mendirikan satu bank yang dinamakan “The Federal Reserve Bank of New York” yang kemudian hari populer disingkat The Fed.
Kemudian The Fed menjual stok emas yang dimilikinya, dan dibeli oleh mereka sendiri senilai US$ 450 juta, melalui:
- Rothschild Bank of London.
- Rothschild Bank of Berlin.
- Warburg Bank of Hamburg.
- Warburg Bank of Amsterdam (milik keluarga Warburg yang mengontrol German Reichsbank bersama keluarga Rothschild).
- Israel Moses Seif Bank of Italy.
- Lazard Brothers of Paris.
- Citibank.
- Goldman & Sach of New York.
- Lehman & Brothers of New York.
- Chase Manhattan Bank of New York, dan
- Kuhn & Loeb Bank of New York.
Karena kesebelas bank-bank tersebut memiliki cadangan emas yang besar, maka kelompok bank tersebut dapat menerbitkan mata uang dengan jaminan emas yang mereka miliki.
Dan mata uang kelompok ini disebut “Federal Reserve Notes”. Bentuknya sama dengan mata uang Amerika dan masing-masing dapat saling tukar.
Untuk membayar bunga atas utang negara, pemerintah AS menciptakan pajak pendapatan – income tax.
Dengan kaitan ini, sebenarnya warga negara AS membayar bunga kepada The Fed, yang secara de facto sejak 1913 mereka sudah tidak merdeka lagi. Karena seluruh income tax yang terkumpul dibayarkan ke Federal Reserve sebagai bunga atas pinjaman.
Awal tahun 1929, The Fed berhenti menerima uang emas sebagai pembayaran. Yang berlaku hanya ‘uang resmi’. The Fed mulai menarik uang kertas yang dijamin emas dari sirkulasi, dan menggantinya dengan ‘uang resmi’.
Sebelum tahun 1929 berakhir, ekonomi Amerika mengalami malapetaka depresi besar ‘The Great Depression”.
Tahun 1932, Amerika menjual emas senilai US$ 750 juta yang digunakan untuk menjamin mata uang Amerika. Ini sama dengan ‘penjualan likuidasi sebuah perusahaan bermasalah.
Emas yang dijual ini dibeli dengan diskon oleh bank internasional (asing), dan pembelinya adalah para pemilik ‘The Fed’ di New York.
Pada sisi lain, secara diam-diam, Roosevelt mendapat sokongan dana besar dari para bankir Yahudi untuk biaya kampanye presiden. Roosevelt mengalahkan Hoover dalam pemilu Presiden tahun 1932. dalam sambutannya, Roosevelt mengatakan:
“Satu-satunya hal yang harus kita takutkan adalah ketakutan itu sendiri”.
Lalu, Roosevelt melakukan serangkaian keputusan untuk melakukan re-organisasi pemerintah AS sebagai suatu perusahaan. Perusahaan ini kemudian mengalami kebangkrutan. AS bangkrut karena tidak mampu membayar bunga akibat berhutang kepada Federal Reserve.
Akibat bangkrutnya AS, maka bank-bank yang merupakan pemilik The Fed sekarang memiliki SELURUH Amerika, termasuk warga negaranya dan aset-asetnya!
Amerika mengalami bentuk penjajahan yang sempurna. Negara USA adalah anak perusahaan Federal Reserve. Sehingga tidaklah mengherankan bila pemerintah AS selalu membela kepentingan Yahudi di tanah jajahan mereka di Palestina.
Seminggu kemudian, di Parlemen, dilakukan tuntutan impeachment terhadap anggota-anggota dari Dewan Federal Reserve.
Mereka, agen-agen Federal Reserve (the Fed)dan para manajer dari Departemen Keuangan AS dituduh telah melakukan kejahatan luar biasa dan penyalahgunaan wewenang.
Juga, termasuk pencurian lebih dari US$ 80 juta pertahun selama lima tahun (total US$ 400 juta). Namun impeachment ini kandas di tengah jalan, mirip seperti kandasnya kasus Bank Century di negara kita.
Perampasan Harta Warga Negara
Tahun 1934, Presiden Roosevelt memerintahkan seluruh bank di Amerika untuk tutup selama satu minggu, dan menarik emas juga uang kertas yang di back up emas dari masyarakat, lalu menggantinya dengan uang kertas yang dicetak Federal Reserve.
Tahun itu dikenang sebagai “Libur Bank Nasional”. Rakyat mulai menahan emasnya, karena mereka tidak mau menggunakan kertas tak bernilai yang dipaksakan ‘seolah-olah’ uang.
Karena hal itu Roosevelt murka, dan mengeluarkan perintah bahwa setiap warga negara dilarang memiliki emas, karena ilegal. Emas dan perak dicantumkan sebagai barang haram seperti narkotika!
Para hamba hukum melakukan razia besar-besaran, dan menggeledah orang-orang yang memiliki emas dan perak, yang diperlakukan laiknya kriminal. Mereka menyita emas dan perak yang ditemukan di masyarakat.
Pada saat itu, rakyat yang ketakutan, berbondong-bondong menukar emasnya dengan sertifikat (bond) bertuliskan I.O.U yang ditanda tangani oleh Morgenthau, Menteri Keuangan Amerika. Setiap warga AS yang menukarkan emasnya menerima kompensasi $ 20,67 / troy ons.
Dalam waktu singkat Pemerintah Federal berhasil meraup 5 juta troy ons emas (155,5 ton), yang segera dilebur menjadi batangan. Tak lama kemudian, The Fed mendevaluasi uang kertas menjadi $ 35 / troy ons emas.
Hal ini merupakan perampokan emas terbesar yang terjadi dalam sejarah umat manusia. Pada tahun 1976, Presiden Jimmy Carter mencabut aturan ini.
Tahun 1963, Presiden John F Kennedy memerintahkan Departemen Keuangan AS untuk mencetak uang koin perak.
Langkah ini mengakhiri kekuasaan Federal Reserve dengan memiliki uang sendiri, maka rakyat Amerika tak perlu membayar bunga atas uangnya sendiri.
Lima bulan setelah perintah itu dikeluarkan, Presiden Kennedy mati dibunuh!
Presiden Johnson yang ketakutan, dan membatalkan keputusan Presiden Kennedy, kemudian menarik mata uang perak dari peredaran untuk dimusnahkan.
Pada hari yang sama ketika Kennedy dimakamkan, ‘The Fed’ mengeluarkan uang ‘no promise’ yang pertama.
Dalam teks yang tercantum pada uang kertas, ‘The Fed’ tidak menjanjikan bahwa mereka akan membayar apapun, kecuali kertas itu sendiri.
Uang kertas dolar adalah murni alat tanda pembayaran, dan nilai tukarnya tidak dijamin oleh The Fed!
Akhirnya pada saat Amerika Serikat dibawah kepemimpinan Presiden Ronald Reagen, ia memiliki rencana, yaitu akan memperbaiki pemerintahan AS sesuai aturan konstitusi.
Apa yang terjadi? Ia ditembak beberapa bulan kemudian di tahun 1981 yang didalangi oleh anak dari teman dekatnya, Wakil Presiden George Bush.
Untungnya Reagen luput dari maut. Namun, akhirnya Reagen menunda keinginannya tersebut.
Baru pada masa pemerintahannya Reagen yang kedua, di tahun 1987, ia mulai merealisasikan perbaikan pemerintahan, namun tidak didukung oleh pejabat pemerintah AS lainnya.
Henry Ford pernah berkata:
“Barangkali ada bagusnya rakyat Amerika pada umumnya tidak mengetahui asal-usul uang, karena jika mereka mengetahuinya, saya yakin esok pagi akan timbul revolusi”
Pada hari ini rakyat Amerika sudah tidak lagi mempercayai uang kertas dolar. Diantara mereka ada yang telah paham bagaimana konspirasi Yahudi telah menguasai Amerika. Lalu orang-orang yang telah paham ini membangun Liberty dollar, yaitu uang dolar berupa koin emas yang diedarkan sebagai ‘uang sungguhan’.
Langkah mereka ini coba diredam oleh FBI dengan memberangus markas ‘Liberty Dollar‘, namun pengadilan memenangkan pihak Liberty Dollar. Dampak dari serbuan ini, pengguna Liberty dollar menjadi surut nyalinya.
Nah, akhirnya pada masa ini di zaman serba digital dan real time seperti dunia internet yang tak lagi membatasi transaksi keuangan pada masa kini.
Untuk itu, dalam pembelian dan penjualan suatu barang, mereka “menciptakan” mata uang lainnya, mata uang dunia maya, mata uang digital.
Para elite keuangan dunia tetap dan akan tetap dapat masuk dengan berbagai cara untuk menguasai perekonomian dunia. Mereka akhirnya menciptakan mata uang dunia maya, Bit Coin! Maka skenario pun kembali menjerat, dan terus berlanjut.
Bit Coin, Akan Menjadi Mata Uang Masa Depan
Makin menguatnya kurs dan posisi mata uang virtual Bitcoin dalam transaksi moneter di internet membuatnya digadang-gadang akan jadi mata uang masa depan. Setidaknya, hal inilah yang diramalkan oleh Bank of America, bank terbesar ketiga di AS.
Seperti yang dilansir oleh Cnet (5/12/13) silam, dalam laporannya terkait Bitcoin, BoA menyebutkan bahwa mata uang digital akan jadi pemuncak besar dalam hal penyedia layanan transaksi uang secara virtual.
Perihal mata uang digital akan jadi pemuncak besar dalam hal penyedia layanan transaksi uang secara virtual dikarenakan makin banyaknya transaksi tanpa tatap muka dari seluruh orang di berbagai belahan dunia.
“Kami yakin Bitcoin bisa jadi alat pembayaran terbesar untuk e-commerce dan mungkin akan jadi penantang serius bagi penyedia layanan pertukaran uang tradisional. Sebagai alat tukar, Bitcoin tentu bisa berkembang menurut pandangan kami,” tulis BoA dalam laporannya tersebut.
Memang, di antara alat pembayaran virtual lainnya, Bitcoin bisa dibilang sebagai mata uang virtual yang paling terkenal. Sejak hadir pada 2009, sekarang kurs per BTC 1 sama dengan USD 1000.
Namun banyak pemerintahan yang masih tidak mengakui kurs satu ini. Hal ini disebabkan karena adanya kekhawatiran Bitcoin akan jadi sarana pencucian uang dari hasil kejahatan.
Memang, Bitcoin menjamin kerahasiaan pemiliknya. Sehingga, uang dari orang jujur dan jahat pun takkan ketahuan jika disimpan dengan Bitcoin.
Dan itu memang sudah mereka rencanakan, agar dapat mengatur keuangan suatu negara, wilayah, bahkan dunia, melalui mata uang yang tak terlihat agar lebih mudah lagi untuk mengatur perekonomian dan keuangan dunia. (sumber: .wakalanusantara.com/Cnet/editted & added: IndoCropCircles).

SALT LAKE CITY, UT – APRIL 26, 2014: Software engineer Mike Caldwell shows the front (R) and back, hologram side, (L) of a physical Bitcoin he minted in his shop on April 26, 2013 in Sandy, Utah. Bitcoin is an experimental digital currency used over the Internet that is gaining in popularity worldwide. George Frey/Getty Images/AFP
***
Kisah….
Dahulu kala, dimana emas masih menjadi alat pembayaran di dunia seperti mata uang emas dirham, dinar dan lainnya, dikala itupun negara miskin akan emas, terpuruk. Lalu nan terpuruk menciptakan mata uang lainnya tanpa kandungan emas didalamnya, currency.
Dibuat currency hanya dari logam biasa, bahkan hanya dari secarik kertas. Hanya menaruhkan angka, hanya angka yang tertera. Lalu, emas ditukarkan dengan currency. Emas ditukar kertas, gila. Yang kaya emas pun menjualnya. Menukar emasnya menjadi secarik kertas.
Yang terpuruk, kertas ciptaannya ditukar emas, lebih gila. Maka emas ditimbun jua oleh yang terpuruk, kayalah ia. Maka, yang tadinya kaya emas bertukar menjadi yang terpuruk.
Disaat ekonomi mengguncang, yang sebenarnya kaya emas, tiada emas. Yang terpuruk justru kaya akan emas, tertimbun, menggunung. Maka, duniapun dibalik, walau tetap berputar.
Sang terpuruk pun bermain, bermain dengan licik, karena emasnya menggunung, mempermainkan yang tadinya kaya, menggurasnya jua, mempermainkan dunia, uang, power, kontrol, sejak ia menciptakan logam biasa, bahkan hanya dari secarik kertas, lalu, ditukar EMAS.
Selamat lahir di dunia yang fana
Indo Crop Circles.wordpress.com
– telling you the truth –
– telling you the truth –
Langganan:
Postingan (Atom)

















